Dikukuhkan, Tiga Guru Besar Lulusan Eropa
(*).Ketiganya sama-sama mengenyam pendidikan Eropa. Ketiganya sama-sama berhasil menyelesaikan program doktornya. Sabtu (24/2) kemarin, mereka bertiga secara bersamaan dikukuhkan sebagai Guru Besar baru di lingkungan Universitas Airlangga. Bertempat di Aula lantai V, Karunair, ketiga Profesor tersebut melengkapi ke-175 Guru Besar aktif yang dimiliki Unair.

Hebatnya lagi, dua diantara mereka adalah alumnus Fakultas Farmasi Universitas Airlangga. Mereka adalah Prof. Dr. rer. nat. Mochammad Yuwono, MS., Apt., sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu analisis Farmasi beserta Prof. Dr. Widji Soeratri, DEA., Apt., sebagai Guru Besar dalam bidang ilmu farmasetika.

Dalam pidato pengukuhannya, Prof. Yuwono menyampaikan ulasan tentang Peranan Analisis Farmasi Modern dalam Pengujian Mutu dan Keamanan Obat, Pangan, dan Kosmetika. Menurut lulusan Universitas Wurzburg Jerman ini, Unair BHMN sudah sepantasnya mengambil peran yang lebih, khususnya dalam aspek peningkatan mutu dan keamanan obat, pangan dan kosmetika.

“Unair dapat berperan, karena tidak semua industri punya laboratorium lengkap. Unair dapat membantu dan bekerjasama dengan mereka dalam hal pengujian mutu dan keamanan produk,” tandas Prof. Yuwono.

Sementara dalam dalam pidato terakhir, Prof. Widji Soeratri membawakan paparan berjudul Membangun Keunggulan Akademik Farmasetika Melalui Pengembangan Cosmetic Delivery System. “Keunggulan akademik, dalam budaya yang unggul, akan tercipta suasana akademik yang dinamis. Setiap individu akan terdorong untuk berpikiran maju dan tanggap pada setiap perubahan,” terang srikandi Farmasai Unair ini.

Menurut alumnus Universitas Montpellier I Perancis yang satu ini, perkembangan kosmetologi perlu mendapat perhatian oleh semua pihak yang terkait dengan kefarmasian. Sudah saatnya, ada pendidikan yang mencetak lulusan ahli kosmetika, baik melalui jalur vokasi maupun akademik.










Agenda
Unduhan