Farmasi Terlibat MoU Airlangga dengan Bio Farma
(*).Dalam MoU ( memorandum of understanding) yang dilakukan oleh Unair bersama PT. Bio Farma (Persero), Fakultas Farmasi kembali memegang peran penting. Berlangsung di ruang kerja Rektor Unair, pada Kamis (2/3) 2006, pimpinan Farmasi hadir mewakili Fakultasnya.

Kerjasama ini ditujukan untuk meningkatkan hubungan kelembagaan dalam bidang pendidikan, pelatihan, penelitian dan pengembangan. Seperti kita ketahui, Bio Farma merupakan suatu perusahaan yang bergerak di bidang produksi vaksin dan serum, berkedudukan di Bandung.

“Diantara 150 perusahaan serupa di dunia. Kita ini termasuk 23 pengekspor dunia yang memenuhi pre kualifikasi WHO. Di Asia, hanya ada Bio Farma dan India. Potensi ada, tapi siapa yang mendanai? Kita tahu, dana tidak bisa kita peroleh dari Perguruan Tinggi (PT). Untuk teknologi bisa kita ambil dari perusahaan vaksin asing. Kami ingin dapat juga dari PT untuk bisa dimanfaatkan bersama,” terang Drs. Marzuki Abdullah, Apt., MBA., Dirut Bio Farma.

Menurutnya, Bio Farma berharap ada kerjasama yang saling menguntungkan antara Unair sebagai sumber ilmu pengetahuan, dan Bio Farma yang bertugas mengaplikasikannya. Khususnya teknologi pervaksinan.

Dalam hal ini, diharapkan Fakultas Farmasi mampu berperan dan mewarnai Unair dalam kerjasama kali ini. Di sisi lain, Bio Farma terus terang mengaku jika pihaknya memang komersial. Namun, dari awal tidak semata-mata demikian adanya. “Kita hanya menyayangkan jika ada pihak luar yang masuk ke sini. Karena sudah banyak investor yang tergiur. Sedangkan kita sebenarnya bisa melaksanakan tugas Negara, dan punya potensi,” tukas Marzuki Abdullah MBA.










Agenda
Unduhan